
ANALISIS DIGITALISASI DAN INKLUSI KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA
ANALISIS DIGITALISASI DAN INKLUSI KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA, Pertumbuhan ekonomi; Kemiskinan; Digitalisasi; Inklusi keuangan; Perbankan syariah...
Author: Yudha Praditya Kartiwa
Date: 2024
Keywords: Pertumbuhan ekonomi; Kemiskinan; Digitalisasi; Inklusi keuangan; Perbankan syariah
Type: Thesis
Category: penelitian
Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dimana 87,18% masyarakatnya beragama Islam, memiliki potensi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Namun, masyarakat Indonesia masih banyak yang belum menggunakan produk keuangan syariah. Beberapa alasannya disebabkan oleh kurangnya akses dan tidak begitu memahami dengan produk-produk keuangan syariah. Ini dibuktikan data dari OJK, bahwa indeks inklusi keuangan konvensional tahun 2019 sebesar 75,28% sedangkan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 9,1%. Pada tahun 2022, indeks inklusi keuangan syariah Indonesia meningkat menjadi 12,12%, meskipun tidak terlalu signifikan. Ini artinya masih terdapat kesenjangan yang cukup besar mengenai pemahaman masyarakat tentang produk/layanan jasa keuangan syariah dengan konvensional. Perkembangan teknologi yang semakin cepat dan dunia yang semakin borderless, menuntut perbankan syariah untuk selalu mengembangkan infrastruktur teknologinya agar dapat melayani nasabahnya dengan lebih cepat, lebih nyaman, dan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi Indonesia berbasis digitalisasi dan inklusi keuanganperbankan syariah. Menggunakan data sekunder periode tahun 2014 sampai dengan 2022 per kuartal dan metode Seemingly Unrelated Regression (SUR), untuk mengetahui variable mana yang paling mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan di Indonesia. Hasil menemukan bahwa inklusi keuangan perbankan syariah melalui variabel jumlah pembiayaan, pertumbuhan pembiayaan ke sector swasta, dan nilai kepemilikan sukuk menyumbang peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selanjutnya baik digitalisasi keuangan maupun inklusi keuangan perbankan syariah melalui variabel jumlah ATM syariah, total asset, jumlah pembiayaan, dan nilai kepemilikan sukuk mampu menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia
Files:
LEMBAR JUDUL 1
DAFTAR PUSTAKA
ABSTRAK
Collections:
Digital Library UNPAB