REPOSITORY

Universitas Pembangunan Panca Budi

FUNGSIONALISASI PIDANA DENDA BAGI PENGEDAR DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA

DODI MARTHA (2023)

penelitian-fungsionalisasi-pidana-denda-bagi-pengedar-dalam-tindak-pidana-narkotika

FUNGSIONALISASI PIDANA DENDA BAGI PENGEDAR DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA

FUNGSIONALISASI PIDANA DENDA BAGI PENGEDAR DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA, Narkotika, Tindak Pidana Denda...

Author: DODI MARTHA
Date: 2023
Keywords: Narkotika, Tindak Pidana Denda
Type: Thesis
Category: penelitian

Penerapan pidana denda di Indonesia, khususnya pada perkara kejahatan masih merupakan alternatif dan komulatif dari pidana penjara atau kurungan. Hal ini dapat dilihat bahwa banyaknya putusan pengadilan yanglebih mengutamakan menjatuhkan pidana penjara atau kurungan dibandingkan dengan penjatuhan pidana denda. Pidana denda sebagai instrumen pemidanaan untuk mencapai tujuan pemidanaan dinilai lebih tepat. Asalkan disesuaikan dengan kemampuan terpidana,Namun karena tingginya pidana denda yang diatur dalam undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika menjadikan pidana denda ini kurang efektif dikarenan terdakwa umumnya memilih opsi pidana denda tersebut dengan tambahan pidana penjara. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui dan Mengkaji Pengaturan Sanksi Pidana Denda Berdasarkan Undang-Undang Narkotika No. 35 Tahun 2009, Implementasi Pidana Denda Bagi Pengedar Dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Narkotika dan Eksistensi Pidana Denda Bagi Pengedar Dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Narkotika. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Alat pengumpul data didapatkan melalui bahan perpustakaan dan kelapangan untuk mengambil data yang terkait. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa Penjatuhan sanksi pidana denda pada tindak pidana narkotika selain pidana penjara telah diatur dalam KUHP dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Implementasi pidana denda yang diberlakukan oleh para Hakim dalam memutus perkara tindak pidana narkotika tidak maksimal, Beberapa hambatan penerapan pidana denda pada terdakwa kasus narkotika adalah Tingginya nilai pidana denda, Faktor ekonomi terpidana, Faktor adanya alternatif pilihan pengganti pidana denda, Tidak adanya iktikad baik dari terpidana dan Tidak adanya aturan pelaksanaan penyitaan terhadap hasil kejahatan narkotika sebagai pembayaran pidana denda dan Pidana denda yang dijatuhkan dalam putusan pengadilan terhadap terpidana narkotika tidak dapat dilaksanakan atau dieksekusi, seluruh terpidana narkotika tidak membayar denda tetapi mengganti dengan pidana penjara pengganti, karena pidana denda minimum yang terlalu tinggi bahkan tidak rasional.

Files:
LEMBAR JUDUL 1
DAFTAR PUSTAKA
ABSTRAK

Collections:
Digital Library UNPAB